Apa itu resolosi,bit depht, warna & format file

>> Minggu, 23 Maret 2008

Wah... ini penting bagi yang baru memulai membuat file photoshop..!

Resolusi
Resolusi adalah istilah yang dipakai untuk merepresentasikan banyaknya titik gambar dalam satu inci persegi (atau cm). Pada monitor, titik titik ini dinamakan pixel atau dot, sedangkan pada hasil cetak, dipakai istilah dot atau lines. Tujuan utama dari menentukkan resolusi gambar adalah untuk mendapatkan informasi yang cukup untuk menghasilkan output yang baik dengan tetap berusaha mendapatkan file yang sekecil mungkin. Jadi untuk menentukan resolusi kita harus mengetahui kemampuan alat output.
Monitor dan hasil cetak mempunyai perbedaan yang mendasar dalam merepresentasikan gambar. Yang kita lihat pada monitor merupakan barisan pixel sedangkan yang kita lihat pada hasil cetak merupakan titik-titik halftone. Monitor hanya mampu untuk menampilkan 72 dpi (meskipun file mempunyai resolusi 300 dpi), sedang hasil cetak mempunyai resolusi yang berbeda-beda, surat kabar menggunakan 35 lpi (line per inch) atau kurang, majalah dengan kertas uncoated menggunakan 100-120 lpi, sedang kertas coated menggunakan 133 lpi atau 150 lpi. Secara kasar, perbandingan yang baik antara resolusi gambar pada komputer dan hasil cetak berkisar antara 1,5 : 1 atau 2:1. Jadi untuk mencetak dengan resolusi 150 lpi, memerlukan resolusi sekitar 225 hingga 300 dpi.

Bit D epth
Bit depth adalah besarnya informasi data dari 1 satuan sampel (dot/pixel). Setiap bitmap/dot/pixel bisa berupa hitam, putih, abu-abu atau warna. Bit depth dinyatakan dalam angka yang digunakan untuk menyatakan berapa variasi warna yang mampu ditampilkan oleh suatu bitmap/dot/pixel yang dinyatakan secara kuantitatif.
Rumusnya adalah 2 n (dua pangkat n, dimana n adalah besarnya bit depth).
Contoh :
1 bit = 2 . =2 variasi warna
2 bit = 2 . = 4 variasi warna
4 bit = 2 . = 16 variasi warna
8 bit = 2 . = 256 variasi warna
16 bit = 2 .6 = 2 kombinasi 8 bit = 65.536 variasi warna
24 bit = 2 ..= 3 buah kombinasi 8 bit = 16.777.216 variasi warna
32 bit = 2 .. = 4 buah kombinasi 8 bit = 4.294.967.296 variasi warna.

Warna
Photoshop menyediakan beberapa cara untuk merepresentasikan warna yang bisa dipilih dengan memilih Edit/ Mode. Penggunaan color mode yang tidak perlu berpengaruh pada kecepatan kerja. Perlu diketahui bahwa pada deafult Adobe Photoshop 5.5/6.0 :

o Mode Grayscale memiliki bit depth 8 bit
o Mode RGB memiliki bit depth 24 bit
o Mode CMYK memiliki bit depth 32 bit
Keterangan :
Semakin besar bit depth akan mengakibatkan semakin besar ukuran file dan berakibat kecepatan kerja berkurang. Oleh karena itu, usahakan menggunakan mode warna sesuai keperluan dan kemampuan.
Misalkan :
• Untuk menscan gambar hitam putih, gunakanlah mode warna B/W (black and white) Photo atau grayscale.
• Untuk menscan teks, gunakanlah mode warna B/W document atau grayscale.
Penggunaan color mode RGB pada saat scanning pada gambar hitam putih/ grayscale dapat menimbulkan distorsi warna (warna hitam yang terbaca bukan warna hitam asli atau hasil prosentase campuran dari warna hitam melainkan campuran dari warna red, green dan blue). Ingat warna red, green dan blue juga dapat menimbulkan warna hitam.
• CMYK merupakan sistem representasi warna untuk proses cetak 4 warna : Cyan,Magenta, Yellow (kuning) dan K (hitam). Dengan sistem ini gambar akan disimpan dalam 4 channel.
• RGB merepresentasikan gambar dengan 3 channel, red (merah), green (hijau) dan blue (biru). Masing-masing channel disimpan sebagai informasi 8 bit yang akan mempunyai 256 nilai gradasi. Jadi yang bisa direpresentasikan dengan sistem 24 (8×3) bit ini adalah 16 juta variasi warna dari kombinasi ketiga channel.
• Indexed Color hanya mampu merepresentasikan maksimal 256 variasi warna dengan informasi 8 bit atau kurang. Proses mengubah dari informasi RGB 24 bit menjadi 8 bit atau kurang disebut indexing. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada saat melakukan indexing adalah dengan pilihan Adaptive karena pilihan ini akan mengambil warna yang paling banyak muncul pada gambar. Pilihan Custom digunakan bila ingin menggunakan palet warna tertentu, sedang Previous (sebelumnya) akan menggunakan palet warna dari gambar yang diproses sebelumnya.
• Lab Color menggunakan sistem representasi berdasarkan luminance/lightness dan 2 komponen chromatic, komponen a, dari hijau ke merah dan komponen b, dari biru ke kuning. Sistem ini mampu merepresentasikan semua color gamut yang dipakai baik pada sistem CMYK maupun RGB karena sistem ini didesain untuk merepresentasikan warna yang konsisten dan tidak bergantung kepada alat tertentu.
• Grayscale hanya menyimpan nilai brightness dari suatu gambar dan mempunyai informasi 8 bit dengan 256 variasi kecerlangan.
• Duotone merepresentasikan gambar menggunakan 2 warna dengan 256 variasi gradasi, sedang Tritone dan Quadtone masing-masing 3 dan 4 warna.
• Bitmap hanya menyimpan warna sebagai informasi 1 bit, ada titik atau tidak ada titik (hitam atau putih).

Format File
Untuk kompatibilitas dengan aplikasi-aplikasi lain, Photoshop menyediakan berbagai format file, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan juga masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Sebagai contoh, untuk keperluan web Anda disarankan menggunakan format file jpg, png, maupun gif.
Mengapa?
Adobe Photoshop mendukung plugin yang dikembangkan oleh pihak ketiga, dengan cara menginstall filter plugin. Penempatan plugin tersebut adalah pada folder Adobe/Photoshop/Plugin/Filter…. ketika menginstal plugin yang dimaksud.
Ada beberapa contoh plugin yaitu: Kai Power Tools, KPT Bryce, KPT Power Goo, Alienskin Eyecandy, Andromeda, Extensis Photoframe, KPT Convolver, dan lain-lain. Selain mendukung plugin filter, Adobe Photoshop juga mendukung pertukaran dokumen dari program lain, diantaranya: Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Macromedia Firework, Adobe PageMaker, Adobe After Effect, Corel PhotoPaint, CorelDraw, 3D Studio Max, dan lain-lain. Teknik pertukaran dokumen tersebut dengan cara menyimpan format file yang sesuai dan dapat diterima oleh program-program tersebut di atas. file yang bisa Anda pilih dengan File/Save atau File/Save As atau File/Export :

PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.

EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.
Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final.
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.

JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.

TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.

PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth

sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.

PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.

PNG (Portable Network Graphic)
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.

PIC (Pict)
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.

TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.

IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.

SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.
RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.

DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.

FORMAT KOMPRESI
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi.

Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan kompresinya masing-masing :

RLE (Run Length Encoding)
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.

LZW (Lemple-Zif-Welf)
Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.

JPG (Joint Photographic Experts Group)
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.

CCIT
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee.
Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.

CATATAN
Ketika menyimpan dokumen pada format file yang tidak dapat menyimpan informasi layer, maka Anda harus mengubah gambar tersebut menjadi flaten image terlebih dulu.
• Format file yang dapat menyimpan mode warna Duotone hanyalah EPS, RAW, dan PSD. Oleh karena itu, ketika ingin menyimpan dalam format lain maka Anda harus mengubah mode warnanya terlebih dulu, menjadi RGB bila dokumen tidak ingin dicetak, karena informasi Duotone-nya akan diuraikan menjadi RGB
• Format file yang dapat menyimpan mode warna Lab Color hanyalah PSD, RAW, TIF, PDF, dan EPS. Format file yang dapat menyimpan mode warna CMYK hanyalah PSD, RAW, EPS, TIF, JPG, PDF, dam SCT.
• Mode warna Indexed Color dapat menyimpan beberapa format file sesuai seting indexed color-nya.
• Mode warna RGB dapatdisimpan pada semua format file yang ada di Adobe Photoshop.

Format yang direkomendasikan oleh para desainer profesional adalah PSD = untuk dokumen yang masih ingin diedit kembali.
EPS = untuk dokumen yang sudah final untuk persiapan cetak
JPG = untuk cetak dengan kompresi di atas 8 bit dan untuk foto dalam web dengan kompresi di bawah 5.
GIF = untuk ilustrasi dan animasi pada halaman web.
TIF = untuk cetak, pertukaran dokumen antar platform serta sequence animasi

Memilih Format File untuk Web
Ketika seseorang mengklik, tombol untuk mengakses suatu website, maka yang diperlukan adalah kemampuan website tersebut untuk tampil di layer secara cepat. Jika setelah diklik ternyata website tersebut lama

tidak kunjung muncul, ia akan segera putus asa dan membatalkan kunjungannya untuk berpindah ke website lain yang lebih cepat tampil. Untuk mengatasi hal semacam ini, ketika merancang sebuah situs, Anda harus mempertimbangkan pemilihan type fileyang berbobot ringan sehingga lebih cepat ketika diakses ke layer. Pada awalnya dua buah format gambar yang popular di dunia website adalah format-format raster graphic seperti GIF (Graphic Interchange Format) dan JPEG (yang dibuat oleh Joint Photographic Expert Group). Namun sejak tahun 2000-an semakin banyak jenis format yang bermunculan dan memiliki format raster maupun vector graphic. Format-format itu adalah PNG (berformat raster image) serta SWF dan SVG (yang bertipe vektor image).

Format GIF
Format ini dapat dikatakan format file yang paling populer dalam dunia Web. GIF adalah format raster 8 bit yang dibuat oleh CompuServe, sebuah perusahaan online. Tipe file ini hanya menggunakan 256 warna, maka ia telatif kecil dan cepat ditampilkan di layar. Format GIF memungkinkan Anda menampilkan suatu warna transpatan. Dengan demikian, jika Anda memilih warna transparan di dekat pinggir suatu image. Anda akan terhindar dari tampilan gambar yang berbentuk segi empat dengan menyisakan ruang kosong disekeliling gambar, dimana gambar ini akan nampak kaku ketika terpasing di depan suatu obyek lain.

File GIF menggunakan Lempel-Zif-Welch (LZW), yaitu suatu metode kompresi data yang memungkinkan pada saat tampilan gambar di-save.

Format JPEG
Format populer berikutnya di dalam web adalah JPEG. Ini merupakan format raster image 24 bit yang sangat tepat untuk fotografi maupun format jenis continuoustone image yang lain. Dalam JPEG memungkinkan Anda untuk menggunakan 16 juta warna (16,777,216 warna dalam suatu image). Format ini juga memiliki kemampuan untuk dikompresi dan dipindahkan ke tempat lain untuk kemudian diurai lagi tanpa banyak mengalami penurunan kualitas.

Format PNG-8 dan PNG-24
PNG sendiri merupakan kependekan dari portable Network Graphic. Format ini telah diakui di dalam konsorsium Worl Wide Web (W3C) sebagai format yang memiliki sifat lossles (data tidak hilang ketika file disimpan), portable dan raster image yang well-compressed storage. Selain itu juga didukung oleh beberapa kemapuan Indexed Color, greyscal dan TureColor masih ditambah dengan kemapuan optional Alpha Chanel (perintah tingkat tinggi 8 bit untuk pixel graphic 32 bit yang digunakan untuk memanipulasi sisanya yang 24 bit yang berkaitan dengan kelebihan warna yang tadinya mampu diproses maupun untuk masking).

PNG-8 adalah file raster format 8 bit yang mendukung 256 warna seperti GIF, hanya memiliki kelebihan-kelebihan yang disebut di atas.
PNG-24 adalah file raster format 24 bit seperti JPEG, tetapi memiliki kelebihan seperti diatas.

Namun demikian, hingga saat ini format GIF dan JPEG masih paling banyak digunakan dalam Web graphic.

Format SVG dan SWF
SVG dan SWF keduanya adalah format vector graphic, SVG adalah kependekan dari Scalable Vector Graphic merupakan format resmi dari Worl Wide Web Consortium. SWF adalah kependekan dari Shockwafe Flash yang diproduksi oleh Macromedia. Kedua format ini menyimpan gambar image menggunakan kalkulasi matematika untuk mencatat lokasi, rentang suatu garis, kelurusan maupun lengkungan garis kurva. Kedua format ini didukung oleh XML sejenis Markup Languange yang mirip dengan HTML. Anda dapat menggunakan format-format ini untuk membuat efek interaktif dengan para user maupun untuk animasi. Format SVG dan SWF umumnya lebih kecil dibanding format GIF, JPEG dan PNG.

Dikutip dan di edit dari berbagai sumber

Read more...

Warna, Tipografi & Unsur Desain

>> Rabu, 19 Maret 2008

Panduan untuk yg suka desain...!

Psikologi Warna
Pada abad ke-15, lama sebelum para ilmuwan memperkenalkan warna, Leonardo da Vinci menemukan warna utama yang fundamental, yang kadang-kadang disebut warna utama psikologis, yaitu merah, kuning, biru, hitam dan putih. Pengenalan bentuk merupakan proses perkembangan intelektual sedangkan warna merupakan proses intuisi. Eksperimen menunjukkan bahwa objek yang berwarna hampir selalu menjadi pilihan.
Marial L. David dalam bukunya Visual Design in Dress, menggolongkan warna menjadi dua, warna ekternal dan internal. Warna ekternal adalah warna yang bersifat fisika dan faali, sedangkan warna internal adalah warna sebagai persepsi manusia, cara manusia melihat warna kemudian mengolahnya di otak dan cara mengekspresikannya. (Darmaprawira, 2002:30).

Pengaruh Warna terhadap Emosi
Warna merah memiliki efek emosional yang tajam dibandingkan dengan warna lainnya. Havelock Ellis pada artikelnya Psychology of Red dalam ‘Popular Science’ mengatakan bahwa pada spektrum warna merah itu timbul paling bawah, tetapi munculnya pada mata kita adalah paling cepat dan kuat. Para ahli menyimpulkan bahwa warna-warna cerah menunjukkan tendensi emosional yang tinggi. penggunaan warna biru dan hitam yang berulang-ulang mengidikasikan kontrol pribadi dan penahanan emosi. Ada kemungkinan bahwa warna memiliki nilai efektif tertinggi dan memperhatikan ungkapan yang tak tertahankan.
Beberapa hasil penelitian menurut Maitland Graves dari bukunya yang berjudul The Art of Color and Design.
1. Warna panas/ hangat ; keluarga kuning, jingga, merah. Sifatnya : positif, agresif, aktif, merangsang.
2. Warna dingin/ sejuk : Keluarga hijau, biru, unggu. Sifatnya : negative, mundur, tenang, tersisih, aman.
3. Warna yang disukai mempunyai urutan seperti berikut :
· merah
· biru
· ungu
· hijau
· jungga
· kuning
Bandingkan dengan hasil penelitian yang dikenakan kepada anak praremaja dan pascaremaja oleh F.S. Breeds dan SE, Katz.
1. warna merah lebih popular untuk wanita dan warna biru lebih popular untuk pria
2. Sebagian peneliti berkesimpulan bahwa wanita lebih sensitive terhadap warna daripada pria. Hal tersebut kemungkinan karena lebih banyak pria yang buta warna dibandingkan dengan wanita.
3. Warna murni dan hangat disukai untuk ruangan sempit sementara warna pastel disukai untuk ruangan yang luas.
Kombinasi warna-warna yang disukai adalah :
· Warna-warna kontras atau komplemen
· Warna selaras analog atau nada.
· Warna monokromatik.

Sementara menurut Hideaki Chijawa dalam bukunya Color Harmony membuat klasifikasi lain warna-warna, ia pun mengambil dasar dari karakteristiknya yaitu :
· Warna hangat : merah, kuning, coklat, jingga. Dalam lingkaran warna terutama warna-warna yang berada dari merah ke kuning.
· Warna sejuk : dalam lingkaran warna terletak dari hijau ke ungu melalui biru
· Warna tegas : warna biru, merah, kuning, putih, hitam
· Warna tua/gelap : warna-warna tua yang mendekati warna hitam (coklat tua, biru tua, dsb).
· Warna muda/terang : warna-warna yang mendekati warna putih.
· Warna tenggelam : semua warna yang diberi campuran abu-abu.

Nilai Warna
Nilai warna diambil dari bahasa Inggris Value, yaitu tingkat atau urutan kecerahan suatu warna. Nilai tersebut akan membedakan kualitas tingkat kecerahan warna, misalnya kita akan membedakan warna merah murni dengan warna merah tua (gelap) atau dengan warna merah muda (terang). Secara teoritis diagram tingkatan nilai yang bisa digunakan adalah 9 tingkat, mulai dari yagn tercerah Putih (p), melalui deretan abu-abu netral (Kn) sampai kepada yang tergelap Hitam. Dr. Denman W. Ross, membagi interval nilai ini menjadi 9 langkah dengan berjarak tetap dan diberi simbol 2 sampai 8 dengan Kn nomor 5 yang paling netral.

Putih mempunyai nilai tertinggi, tidak ada warna lain yang mempunyai nilai setinggi putih. Sedangkan hitam mempunyai nilai terendah, tidak ada warna lain yang mempunyai nilai segelap atau serendah hitam.
Bila dimensi kedua nilai ini dimasukkan ke dalam skema lingkaran warna, maka akan berubah nilai skalanya secara gradual, nilai tertinggi di puncaknya dan nilai terendah atau tergelap paling bawah. Nilai warna akan berubah bila ditambah putih. Untuk pigmen pencampuran mudah dilakukan. Bila warna ingin dibuat lebih terang tinggal menambahkan putih sebalikknya bila warna ingin dibuat lebih gelap tinggal menambahkan hitam. Jadi, setiap warna dapat diubah nilainya Nilai yang paling netral adalah abu-abu nomor 5 (Kn.5). Deretan nilai di atas Kn.5 disebut nilai tinggi dan dibawah Kn.5 disebut rendah, maka secara numerik bisa diidentifikasi tingkatan nilainya. Bila dihubungkan dengan warna nilai yang lebih terang disebut warna cerah atau warna muda, sebaliknya warna yang nilainya lebih rendah disebut warna gelap atau warna tua.
Nilai dapat memberikan efek yang berlainan terhadap warna. Contoh untuk hal tersebut misalnya meletakkan sebuah warna dalam ukuran dan tingkat kecerahan yang sama diatas latar belakang putih, di atas latar belakang abu-abu netral dan di atas hitam. ketiganya dijejerkan dan akan tampak efek yang berlainan. Warna tersebut akan tampak lebih tua di atas putih, akan tampak tetap di atas abu-abu netral, dan tampak lebih cerah atau lebih muda di atas hitam.
Dalam penggunaannya, nilai cerah akan menambah luas ukuran suatu objek. Misalnya ruangan sempit yang dindingnya dicat dengan warna cerah akan terasa lebih luas dari ukuran yang sebenarnya bila memakai warna cerah. Sebaliknya nilai gelap akan terasa mempersempit atau memperkecil ukuran yang sebenarnya dari suatu objek. Disamping akan memperlebar atau mempersempit, nilai warna dapat pula mengubah jarak. Sebagai contoh, sebuah ruangan akan terasa lebih tinggi bila warna langit-langit ruangan itu diberi warna bernilai cerah.
Putih serta nilai cerah lainya akan memantulkan warna, sedangkan hitam akan menyerap warna/cahaya. Hitam juga akan mempersatukan warna dalam suatu komposisi, serta akan membantu menyelaraskan suatu susunan warna-warna yang kuat dalam nilai-nilai yang sama.
Kontras yang kuat antara putih dan hitam atau antara cerah dan gelap kesannya lebih mencolok dibandingkan dengan kontras antara warna-warna yang kuat dalam nilai yang sama.
Dari uraian mengenai nilai dapat dibuat rangkuman sebagai berikut :
Putih terasa menambah kecerahan warna serta menambah ukuran atau skala karena putih memantulkan cahaya.
Hitam menyerap warna serta menciutkan ukuran karena hitam menyerap cahaya.
Abu-abu akan menetralisir, makin dekat warna makin dekat nilai abu-abu dan makin kuat netralnya.
Putih di atas hitam terasa kurang mencolok dibandingkan dengan hitam di atas putih, karena putih memantulkan cahaya sedangkan hitam menyerapnya.
Nilai kontras yang kuat mempunyai kekuatan untuk menarik perhatian dan bila tidak digunakan secara ahli akan menimbulkan suatu efek yang membingungkan.
Nilai yang berdekatan mempunyai sifat yang aman/damai.
Nilai kontras yang kuat akan membuat siluet suatu objek.
Pencampuran warna dengan hitam, putih atau abu-abu akan menghasilkan tiga macam tingkat kecerahan warna, yaitu yang dinamakan deretan warna cerah tints, deretan warna nada atau tones, dan deretan warna gelap atau shades.
Faber Birren dalam bukunya Principles of Color membuat suatu skema ketiga tingkatan warna tersebut, yang memperjelas hal itu. Di bagian kiri kita melihat warna murni (color) yang diambil dari salah satu warna pada lingkaran warna. Di sebelah kanan atas putih (white), dan di kanan bagian bawah hitam (black). Warna murni yang dicampur dengan putih dan dibuat sederetan langkah yang konstan menghasilkan sederet warna cerah (tints). Warna murni dicampurkan dengan hitam dan setelah ditemukan warna pertengahan atau intermediate lalu dibuat sederet warna campuran dengan langkah yang konstan akan tercipta sederet warna gelap (shade).
Abu-abu pertengahan antara hitam dan putih (Kn.5) yang dicampur dengan warna murni akan menghasilkan sederet warna nada (tones) dengan langkah yang konstan pula.
Para pelukis impresionis dan neoimpresionis memainkan ketiga tingkat kecerahan warna tersebut dalam karya lukis mereka. Beberapa seniman di antaranya Renior, menggunakan hitam sebagai aksen.

Intensitas atau Kekuatan Warna/Kharoma
Dimensi warna ketiga adalah apa yang dinamakan intensitas, yaitu yang menyatakan kekuatan atau kelemahan warna, daya pancar warna dan kemurnian warna. Dapat juga dikatakan, seberapa jauh suatu warna jaraknya dari kelabu atau dari netral. Intensitas adalah kualitas warna yang menyebabkan warna itu berbicara, berteriak, atau berbisik dalam nada yang lembut.
Maitland Graves dalam bukunya The Art of Color and Design membedakan ketiga dimensi warna itu seperti yang dikatakannya "Hue is the name of color. Value is the brightness or luminosity of color. Charoma is the strength, intensity, or purity of a color".
kharoma untuk istilah intensitas sebagai istilah yang digunakan oleh A. Munsell.
Dua warna mungkin akan sama namanya, misalnya merah, dan nilainya pun mungkin sama, tetapi mungkin akan berbeda dari segi intensitas atau kekuatannya, yang satu mungkin lebih kuat dari yang lainnya. Warna yang penuh intensitasnya akan sangat menarik perhatian atau menonjol dan memberikan penampilan yang cemerlang. Warna yang intensitasnya rendah lebih subtil (halus, lembut).
Perubahan intensitas sebuah warna akan mungkin melalui pencampuran dengan salah satu dari warna kontrasnya atau warna komplemennya.
Bila dua warna kontras dicampur, keduanya akan saling menetralisir. Dan bila dicampur dalam proporsi tertentu keduanya akan saling merusak, akibatnya akan menjadi warna netral kelabu. Bila suatu warna telah memiliki cukup campuran warna komplemennya sehingga menjadi setengah netral, maka warna itu hanya memiliki intensitas setengahnya.
Jadi, pada dasarnya intensitas atau kemurnian warna dapat dikurangi dengan cara mencampurkannya satu dengan lainnya.
Warna sekunder intensitasnya tidak sepenuhnya warna primer, warna tersier intensitasnya tidak sepenuhnya warna sekunder dan seterusnya. Hal tersebut merupakan kebalikan dari pencampuran warna subtraktif. Sebab pencampuran antara warna-warna cahaya justru akan menambah murni warna, terutama bila seluruh warna dicampur akan menghasilkan warna putih. Sedangkan pada warna aditif seperti pigmen atau celup pencampuran, banyak warna akan menyebabkan menjadi abu-abu.
Cara lainnya untuk menurunkan intensitas atau kemurnian warna adalah dengan mencampurkan warna murni dengan salah satu dari deretan nilai dengan hitam atau dengan putih atau dengan salah satu abu-abu. Satu langkah intensitas adalah sebuah unit ukuran perubahan sebuah warna antara abu-abu netral dengan warna yang memiliki intensitas penuh atau maksimal menunjukkan hubungan antara warna, nilai, dan intensitas.
Kemurnian warna dapat berbeda-beda, tidak selalu dalam jarak yang sama dari sumbu nilai. Dapat saja beberapa warnanya letaknya lebih jauh dari sumbu serta bisa dibuat unit langkah yang baru, hal tersebut bergantung kepada pigmennya. Intensitas pigmen merah termurni misalnya, ternyata lebih kuat dari intensitas hijau murni. Demikian juga pigmen-pigmen lainnya yang secara alamiah intensitasnya kuat pada nilai tertentu, ternyata pada nilai lainnya ia lemah.
Menurut penelitian secara umum, warna panas merangsang anak-anak, orang primitive, sederhana, dan bersifat ekstrovert. Warna dingin bersifat tenang, introvert, dewasa, matang. Kesimpulan ini mungkin terlalu empiris dan luas, karena reaksi emosional tidak terlalu mudah diukur, namun kesimpulan ini untuk sementara dapat dipegang.
Dikutip & dirangkum dari berbagai sumber

Read more...

Menggunakan AutoCAD untuk orang awam

>> Minggu, 16 Maret 2008

Hello para para pencinta desain, siswa, mahasiswa and profesional yang selalu berhubungan dengan gambar - manggambar. berikut saya tuangkan sedikit trik daan cara menggunakan autocad baik 2D sampai dengan 3D. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dikembangkan lagi dalam berkreasi dengan karya nya.

saLaM hAngaT,
@rief

Read more...

Tentang Blog Ini

Blog ini didedikasikan untuk berbagi ilmu pengetahuan, khususnya dibidang otak atik komputer.
bagi yang berminat silakan ambl dan manfaatkan dan sebarkan seluas-luasnya. Mudah-mudahan menjadi amal sholeh buat kita semua....Amin...:)

Tebarkan kebaikkan, mudah-mudahan kamu akan dimudahkan...!

  © Blog ini dibangun oleh @rief 2008

Back to TOP